This post contains the most of the most important part in my undergraduate thesis. Since I ain't so sure, one (especially those are mentioned here) will read my thesis in the future (hahaha), through this post I'd like to express my sincere thanks to everyone listed below (I know even the biggest thanks will never be enough, though).
UCAPAN TERIMA KASIH
Saya memulai perjalanan ini atas kehendak saya sendiri, namun saya mampu menyelesaikannya atas pertolongan dari banyak pihak. Saya tentu ingin menghaturkan terima kasih kepada berbagai pihak.
- Teruntuk Dr. Donna Asteria, S.Sos, M.Hum, saya berterima kasih atas segala kebaikan dalam berbagi pengetahuan. Terima kasih telah demikian sabar dalam membimbing dan senantiasa mengingatkan saya untuk menyelesaikan skripsi ini tepat waktu. Saya merasa sangat beruntung, Mbak! Semoga saya tidak mengecewakan Mbak Donna.
- Drs. Awang Ruswandi, M.Si selaku penguji ahli dan Dra. Rosy Tri Pagiwati, MA sebagai ketua sidang, terima kasih banyak atas kritik dan masukan yang bermanfaat untuk perbaikan skripsi ini.
- Program S1 Reguler Departemen Ilmu Komunikasi, seluruh dosen dan staf administrasi di dalamnya—khususnya dosen-dosen Jurnalisme, terima kasih untuk ilmu pengetahuan selama saya menempuh pendidikan di sini, Bang, Mas, Mbak!
- Teristimewa untuk keluarga tersayang yang selalu menjadi paling pertama saya sebut dalam doa: Mamah Euis dan Bapak Jumhedi—orang tua sekaligus guru teladan yang mencontohkan pentingnya pendidikan sepanjang masa, Teteh Putri, serta adik-adik: Aa Puji, Ade Puja, Neng Ayu, Raja, Inu. Terima kasih pun tak akan pernah cukup.
- Mira Natasya Aulia Siregar dan Ricky Alexander Samosir. Terima kasih atas keriangan dan keceriaan yang senantiasa dibagi.
- “The Aculs”: Yuthi Fatimah, Syifa Sakinah, Aisyah Khairunnisa, Issha Harruma, dan Christie Tiarmalia, terima kasih. Akhirnya kita resmi bergelar Sarjana Sosial(ita), bukan “anak culuns” lagi! Hahaha.
- Untuk 26 rekan-rekan Jurnalisme 2010, terutama Adri Nur Muhammad Martadipura dan Irma Sanusi, terima kasih! Belajar jurnalisme mungkin bakal membosankan kalau tidak bersama kalian.
- Delia Wildianti. Terima kasih melimpah untuk optimisme dan curahan semangat (serta kealayan tiada habisnya) di saat aku nyaris putus asa.
- Untuk Mamat, Izul, Ghurron, dan Coki, terima kasih telah diperbolehkan menginap di rumah kontrakan kalian untuk menaklukan malam-malam panjang menyelesaikan skripsi ini.
- Keluarga Adkesma 2011-2012 serta Keluarga Besar BEM FISIP UI 2011-2012. Terima kasih atas kehangatan dan pengalaman berharga yang menyertai perjalanan saya selama kuliah.
- Pastinya, untuk teman-teman Ilmu Komunikasi 2010, terima kasih banyak atas warna-warni yang kalian berikan. Khusus Mira, Ifa, Nana, Nadia, Iyan, Arya, Odi, Felice, Ghurron, dan geng-empat-tahun lainnya terima kasih buat perjuangan nugas akhir bersama.
- Untuk APSIA Executives: Kak Adam, Kak Rina, Kak Iqbal, Kak Desti, Kak Taning, Kak Juniko, Kak Dhika, Lisa, Khezia, Mia, dan Jouvy, terima kasih banyak atas ajaran “matil” dan hiburan di grup.
- Untuk Geng Youth for Autism, terima kasih atas pengertiannya mengizinkan gue “menghilang” sementara dari kegiatan YfA untuk menyelesaikan skripsi ini. Untuk Kak Rizka, terima kasih karena mau direpotkan mengunduh jurnal-jurnal dari Australia sana.
- Tio Ridwan Utama, Gineng Pratidina Permana Sakti, Afiat Anang, dan Rahmatika Febrianti, anggota Kresna Bathara, terima kasih untuk ajakan-ajakan cari hiburan (juga diskusi asyik) di tengah kepenatan!
- Untuk 62 orang der Crux Generation, spesial untuk Noor Maulida, yang berada amat jauh namun selalu terasa dekat, terima kasih! Terima kasih istimewa untuk Alfi Fudhola dan Muhammad Alifa Farhan, atas kesiapsediaan menjadi tempat curhat dan diskusi.
- Untuk keluarga besar saya, terima kasih atas curahan kasih sayang dan untaian doa. Untuk Teh Uing, yang juga sedang mengerjakan skripsi, terima kasih telah turut mentransfer banyak energi dan semangat.
- Di atas segala-galanya, rasa syukur kepada Allah SWT yang hanya atas segala kemahaan-Nya, saya tidak menyerah hingga akhir, karena saya yakin Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya:
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)
In addition, my sincerest thanks would also be expressed to whoever-I-may-forget-to-mention but has helped me and never forgot to pray for my health and easiness. Thank you! I love you all.
No comments:
Post a Comment