Tuesday, 28 March 2017

Syukur (Bagian I)

A post shared by Rahmi Suci Ramadhani (@rahmisr) on

Meskipun ada pilihan yang lebih nyaman, entah kenapa kami suka sekali menjalani yang (kelihatannya) tidak lebih nyaman karena kami percaya ini seru! (Padahal sih karena gak sanggup bayar yang lebih nyaman hahaha).

Semua (apalagi yang pakai topi lebar) awalnya takut hitam karena kepanasan, tapi akhirnya kami semua gak peduli. Pemandangan sepanjang jalan indah sekali, belum lagi udara sejuknya. Ditambah ketawa-ketawanya karena main tebak-tebakan receh. Ya, tapi tetap panas sih hahaha.

Terima kasih, Pengajar Muda Angkatan 10 MTB! Senang banget bisa ketemu orang-orang kayak kalian yang tetap bisa bahagia di kala susah hehe. Terima kasih terbesar saya juga buat Abang bertopi merah di ujung kiri sana. Abangnya dengan besar hati (atau mungkin berat hati) rela menyetir puluhan kilometer menembus desa demi desa di pesisir timur Pulau Yamdena dari Saumlaki hingga Tutukembong. Trims, Bang! Pasti melelahkan ya.

Duh, saya gak bisa lupa ini. Benaran gak akan pernah terlupa. Apalagi perjalanan ini mengantarkan saya bertemu guru-guru keren dan orang-orang baik di acara Temu Akbar II Angkatan Pelopor MTB di Desa Tutukembong. Maka, nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan kudustakan?

No comments:

Post a Comment