Thursday, 28 February 2013

A Birthday Gift

This post originally posted in a friend's blog. A very special birthday's gift from a very special friend of mine. Thank you so much, Widya 'Acul' Arifianti! You've got me speechless!

Setelah 26 Februari 2013

Setelah 26 Februari 2013, ada seorang perempuan yang genap dua dekade memperjuangkan mimpinya. Sejak dia menyadari bahwa dirinya adalah angan yang ditiupkan Tuhan lewat rahim ibunya. Mewujud menjadi realita. Seorang anak perempuan yang dinamai Rahmi Suci Ramadhani.

Ini bukanlah ucapan selamat ulang tahun, melainkan opini salah satu dari sekian banyak temannya. Jadi sebagai salah satu dari sekian banyak temannya, saya akan menceritakan sedikit-banyak tentang dia.
Tanpa bermaksud mempromosikan atau menaruhnya dalam kolom jodoh, saya merasa Ami, begitu ia biasa dipanggil, adalah seorang calon ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak. Pun calon istri yang baik untuk suaminya kelak karena sampai saat ini pun ia adalah seorang teman yang baik bagi siapapun yang mengenalnya.

Setiap kali ia melenggang di depan kami, teman-temannya pasti selalu memanggilnya. Untuk menyapa, sudah pasti. Setelah menyapa, pasti selalu bertanya. Tentang apapun, tetapi kebanyakan adalah tentang sesuatu yang belum pernah diketahui oleh teman-temannya itu. Singkat kata, Ami adalah seseorang yang memiliki banyak wawasan. Mungkin dulu sewaktu mengandung Ami, ibunya mengkhatamkan banyak ensiklopedia atau kamus.

Jadi, siapapun yang sekelas dengannya pasti berebutan ingin menjadi kawan kelompoknya dan siapapun yang terpilih menjadi kawan kelompoknya pastilah orang-orang paling beruntung di kelas. Karena Ami seorang, sukses nilai sekelompok.

Namun, pernah pada suatu kali. Saya melihat Ami meringkuk sendirian di sudut perpustakaan fakultas. Mengerjakan tugas kelompok yang seharusnya tidak ditanggungnya sendiri. Baru kali ini saya melihatnya mengeluh. Mungkin karena lelah. Tetapi saya lebih yakin dia mengeluh karena sedih teman-temannya tidak berusaha sekeras dia, tidak belajar sekeras dia sehingga pada akhirnya mungkin tidak mendapatkan nilai sebagus dia.

Setelah membaca beberapa paragraf tentang Ami, kalian yang membaca tulisan ini mungkin mengira bahwa Ami adalah seorang kutu buku yang sering meninggalkan napak tilas di setiap perpustakaan sampai mengorbankan aktivitas sosialnya. Maaf, kalian salah besar. Dia adalah kutu buku yang terbang melanglangbuana mencari teman juga pengalaman.

Di kampus, dia pernah aktif (bahkan sampai sekarang mungkin masih aktif) di beberapa organisasi kemahasiswaan. Bahkan memegang salah satu jabatan tinggi di organisasi tersebut. Tidak hanya memangku jabatan, saya merasa Ami juga mengemban tanggung jawab yang berarti. Kira-kira setahun, ia membuka dirinya untuk masalah-masalah kesejahteraan mahasiswa.

Di kampus saya, banyak yang repot berorasi sana-sini, menuntut pemerintah agar sedikit berpikir.
Banyak yang belingsatan sana-sini, mengurus kegiatan untuk berpesta pora
Banyak pula yang sibuk berlatih untuk ajang-ajang kompetisi

Dan Ami, adalah salah satu dari mahasiswa yang meluangkan waktunya untuk mereka. Para mahasiswa yang kesehariannya mungkin senang berorasi, mengurus kegiatan untuk berpesta pora, berlatih untuk ajang-ajang kompetisi, dan segala macam aktivitas lainnya, tetapi punya masalah serius yang bersifat pribadi dan sensitif: kesejahteraan.

Saya tidak tahu apa saja yang sudah Ami lakukan untuk itu. Tetapi setelah beberapa lama menghabiskan waktu setiap harinya bersama Ami, saya yakin bahwa Ami mencurahkan hampir seluruh tenaga dan waktu yang dimilikinya untuk itu. Dia jarang menolak untuk kebaikan.

Oleh karena itu, untuk segala hal yang telah diperjuangkannya, berhasil atau tidak. Saya, mewakili seluruh orang-orang yang pernah menikmati kemurahan hatinya, berterima kasih…

Pada Rahmi Suci Ramadhani, yang selama 20 tahun untuk senantiasa menebar kebaikan dan pengetahuan. Semoga terus berlanjut, setelah 26 Februari 2013 ini.
Pada kedua orangtuanya yang telah mengajarkannya untuk menebar senantiasa kebaikan dan pengetahuan.
Juga pada Tuhan, yang telah menghadirkan Rahmi di antara kami.
Terima kasih :)

Dan, meskipun saya tidak meniatkan tulisan ini sebagai ucapan selamat ulang tahun, saya ingin mengucapkan:
Selamat Ulang Tahun, Rahmi.


Jakarta, Setelah 26 Februari 2013

No comments:

Post a Comment