Tuesday, 31 May 2011

Politikus Sukses Masa Kini

Muhammad Nazaruddin layaknya pantas diberi gelar sebagai politikus terkemuka yang sukses. Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat ini sekarang ramai diperbincangkan karena terlibat dugaan kasus suap pembangunan wisma atlet di Palembang.

Partai politik menurut Heywood (1977) sejatinya mempunyai fungsi sebagai sarana perwakilan; sarana rekrutmen dan formasi elit; sarana perumusan tujuan; sarana artikulasi dan agregasi kepentingan; sarana sosialisasi dan mobilisasi politik; serta sarana pengorganisasian pemerintahan. Namun, pada era reformasi saat ini partai politik agaknya sudah berubah fungsi, ia hanya dijadikan alat oleh para politikus untuk menipu rakyat dan merampok aset negara.

Politik pada masa lalu digunakan sebagai sarana “menyelamatkan rakyat” dengan cara mengusir penjajahan. Berbeda dengan saat ini yang hanya dijadikan fasilitas untuk meraih kepentingan pribadi dan kekayaan diri. Partai politik dengan politikusnya saat ini tidak merepresentasikan rakyat yang diwakilinya sama sekali. Tujuan dan fungsinya telah berubah sehingga ukuran politikus yang sukses pun berubah. Nazaruddin (dan banyak politikus lainnya) mungkin adalah contoh politikus yang sukses karena sesuai dengan tujuan dan fungsi partai politik yang baru.

Pada era demokratisasi partai politik melalui politikusnya seharusnya menjadi sarana yang memediasi keinginan warga negara di satu sisi dan tindakan pemerintah di sisi lain, ialah yang menjadi penghubung utama dalam system demokrasi untuk membuat pemerintah accountable terhadap kinerja mereka (Reilly, 2008: 4). Lagi-lagi kenyataannya, partai politik justru menjadi sarana yang memediasi kepentingan pribadi di satu sisi dan keuntungan pribadi di sisi yang lain, dengan kata lain sama saja “ujung-ujungnya pribadi”.

Partai politik saat ini justru malah menjadi hiburan bagi masyarakat, politikus tentulah aktor utama yang ditonton. Konflik internal partai yang sangat mungkin berujung pada perpecahan malah menjadi konsumsi publik. Ironisnya, partai politik dan seluruh politikusnya tidak peduli. Mereka tidak merasa memiliki tanggung jawab terhadap publik untuk memperbaiki dirinya. Solusinya adalah sudah saatnya partai politik memperbaiki mekanisme kaderisasi dan rekrutmen politiknya. Bukan malah menjaring politikus sukes versi masa kini, tapi politikus bermartabat yang mampu mensejahterakan rakyat, negara, dan juga partainya.




P.S.: Don't ever postpone doing your assignment, something unwanted is possibly happened.
Cheers! tugas ini mungkin gagal. Tapi selalu ada kesempatan untuk lebih baik. Be progressive! :)

No comments:

Post a Comment